Rintik Hujan Pukul 7
Politik mencari kawan.
Hanya sebuah pembenaran.
Atas hati yang termakan, oleh senyum kesepian dan dinginnya angan yang sejenak terlupakan.
Bagaimana cara menghidupkan yang terlupakan?
Amanah ini bukan beban, ataupun kesalahan.
Amanah ini juga tidak memakan penuh sepekan.
Lantas, kenapa orang-orang terkadang tertekan?
Kepada siapa dia menyimpan?
Bahkan disini tak ada yang namanya pahlawan!
Satu hari lagi dengan pikiran.
Siapa yang dipersalahkan dan siapa yang ditakutkan.
Berjalan menyusuri permasalahan yang kian hari kian layaknya kawan.
Kopi senantiasa menstimulasi organ-organ.
Bagan semakin mapan.
Kami pun, masih belum seimpian.
Dimana kontribusi harus diletakkan.
Ketika hati dan pengharapan saling berkebalikan.
Bahwa amanah pun tak merasa aman.
Dan amarah pun tak merasa nyaman.
Oh Tuhan, apa yang harus dilakukan?
- Dari setetes anugrah yang turun pukul 7 -

Komentar
Posting Komentar