Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Doa

Gambar
Hatiku bergidik pilu Tatkala diriku mengerti arti semua ini Terlebih karena itu engkau Kupanjatkan doa untukmu Lidahku terasa kelu Manakala diriku mengetahui tindakan yang kau lakukan Terlebih karena itu engkau Masih, kupanjatkan doa untukmu Mataku terasa panas Kala menyaksikan aksimu yang nyatanya tak ada Terlebih karena itu engkau Tetap, kupanjatkan doa untukmu Namun, ketika untukmu aku terus berdoa Menjadi suatu pertanyaan bagiku Apakah engkau turut menyertakan namaku Dalam doamu?

Tak Percaya

Gambar
Tak Percaya. Bahwa engkau masih sama. Tak Percaya. Bahwa tindakanmu tak berubah sama sekali. Tak Percaya. Bahwa seringai itu masih licik, sama. Tak Percaya. Bahwa tatapan itu masih mengejek, sama. Tak Percaya. Bahwa topeng itu masih terpasang di wajahmu, sama. Tak Percaya. Bahwa lidahmu masih tajam, sama. Tak Percaya. Bahwa aku masih percaya padamu, sama. Tak Percaya. Bahwa aku masih terbodohi olehmu, sama. Sungguh Aku Tak Percaya. Muslihatmu. Pikiranmu. Alasanmu. Dan Segala Tentangmu. Masih Tetap Sama. Menyakitkan. Menyedihkan.

Debur Ombak

Gambar
Terdengar bunyi itu. Bunyi yang sayup-sayup memanggil dari kejauhan. Bunyi akan kebebasan. Yang diharapkan setiap insan. Dengarkan bunyi itu. Bunyi yang menenangkan pikiran Bunyi akan ketenangan. Menghapus pilu yang hinggap di pinggiran. Lantunan. Lautan. Saling berpagutan. Mengheningkan. Menyenangkan. Menenangkan. Mataku terpejam. Menikmati tiap deburan lembut kala itu. Debur Ombak.

Harumnya Sungai Citarum 2025

Gambar
Potret Sampah di Sungai Citarum.  Foto : google.co.id Awal tahun 2018 menjadi pembuka bagi program Citarum Harum yang dikomando oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan dan digawangi oleh Pangdam III Siliwangi.   Persoalan mengenai Sungai Citarum bukanlah hal baru bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.   Cita-cita besar pun ditargetkan untuk program ini selama beberapa tahun ke depan. Sungai Citarum dan Kehidupan Sekitarnya Sungai Citarum merupakan salah satu induk sungai di Provinsi Jawa Barat dengan panjang kurang lebih 276 kilometer. Sungai yang memiliki hulu di Gunung Wayang yang terletak di selatan Kota Bandung dan bermuara di Laut Jawa, mengaliri 12 wilayah administrasi kabupaten/kota serta menjadi sumber air minum bagi masyarakat di Jakarta, Bekasi, Karawang, Purwakerta, dan Bandung. Selain sebagai sumber air minum masyarakat, air dari Sungai Citarum juga digunakan untuk mengairi irigasi untuk pertanian seluas 420.0...

Malu!

Gambar
Malu. Aku malu pada diriku. Yang telah menggerutu. Malu. Aku malu pada dirimu. Yang telah membantu. Sungguh tak tahu diri aku. Kepada Sang Pemberi Hidup. Malu. Aku malu pada anak kecil itu. Yang tidak pernah menyerah dalam bermimpi. Malu. Aku malu pada pria tua itu. Yang tidak pernah berhenti berusaha untuk hidup. Sungguh tak tahu diri aku. Kepada Sang Pemberi Waktu. Malu. Aku malu pada pohon kokoh itu. Yang meskipun semakin tinggi dan angin menghujam dia keras. Dia tetap kokoh berdiri. Malu. Aku malu pada air keruh itu. Yang meskipun dia kotor dan tidak baik. Dia tetap mengalir. Sungguh tak tahu diri aku. Kepada Sang Pemberi Wujud. Malu! Sungguh Aku Malu.

Tangan Tuhan Maha Hebat!

Gambar
Di malam Ramadhan ini, teringat kembali bagaimana diriku mampu berada disini.  Meninggalkan dingin dan nyamannya Kota Malang, dan menginjakkan kakiku di panas dan megahnya Kota Surabaya.  Dahulu, tidak pernah terbesit sedikitpun aku akan berada disini, di kampus dan departemen ini pula. Jujur saja, aku tak pernah mengenal ITS secara intim.  Yang kutahu, ITS terletak di Surabaya, dan merupakan salah satu kampus teknik terbaik di Indonesia.  Meskipun begitu, aku tetap tidak tertarik.  Cita-citaku sedari kecil adalah menjadi dokter.  Menurutku keren saja, dokter kalau berbicara kelihatan cerdas (hahaha).  Akupun sangat menyukai pelajaran Biologi.  Hingga kelas 2 SMA pun, aku masih ingin menjadi dokter.  Tapi sepertinya memang Allah memiliki rencana lain untukku, yang hingga saat ini pun, aku nggak tahu bagaimana ujung dari rencana tersebut.  Orang tuaku mengarahkanku untuk masuk di bidang teknik, yang notabenenya aku sangat bermu...

Nuansa Dunia

Gambar
Dunia adalah tempat yang unik Dia bisa menjadi cerah. Secerah bunga yang merekah. Memberikan nuansa bahagia bagi manusia. Dikala ia bermuram durja. Dunia bisa menjadi berawan. Berawan tapi tetap menawan. Memberikan nuansa teduh bagi setiap insan. Dikala ia lelah dengan segala urusan. Dunia bisa menjadi mendung. Mendung yang membuat tersandung. Memberikan nuansa sedih yang menggaung. Dikala ia menemukan kesepian yang diarung. Dunia bisa menjadi hujan Hujan yang menelan. Memberikan nuansa pilu yang tertahan. Dikala ia menemukan hati yang dikecewakan. Bahkan, dunia bisa menjadi badai. Badai yang menghembus kencang. Memberikan nuansa mengerikan di dalam amarah yang menyerang. Dikala ia menemukan jiwa yang berang. Itulah dunia, menurut kacamataku. Indah, benar-benar indah. Apakah itu juga dunia yang kau rasakan? Bagiku, Itu Nuansa Dunia

Mulai Menulis

Entah sejak kapan aku menyukai menulis.  Merasakan tiap kata tersusun dalam satu bait ataupun baris dengan seksama membuatku bergidik.  Ya, bergidik.  Satu kata saja sudah bermakna.  Apalagi kalau disusun menjadi kalimat?  Bayangkan makna yang diciptakan.  Itulah indahnya tulisan.  Ya, menulis memang kegiatan yang menyenangkan. Kembali, sebenarnya aku sangat suka menulis.  Dimulai ketika dulu SMP, kedua puisi yang kubuat untuk Ibuku masuk ke kolom puisi di majalah sekolahku.  Yang lebih luar biasa, itu dipilih oleh guruku dari sekian banyak puisi yang dibuat oleh teman-temanku. Waw! Haha, diriku sungguh tak percaya saat itu.  Semenjak itu, kata-kata adalah hal yang menarik buatku.  Aku sangat mudah terkagum dengan orang yang mampu merangkai kata-kata dengan baik dan indah.  Terkesan bijak (hahaha).  Selama SMP, akupun aktif menulis di salah satu platform personal web yang ada dan terkenal saat itu. Ketika aku mema...

Lee Hae Jin : Kebutuhan adalah Peluang!

Gambar
Lee Hae Jin (50), pendiri Naver Corporation "Kebutuhan adalah Peluang'.  Itulah kalimat yang sering diungkapkan oleh Lee Hae Jin (50), co-founder Naver, yang merupakan search engine nomor satu di Korea Selatan.  Dengan adanya Naver, Korea Selatan menjadi salah satu negara yang tidak didominasi oleh Google sebagai search engine mereka.  Selain Naver, Lee Hae Jin juga telah berhasil mengembangkan aplikasi pesan instan   yaitu Line, yang memiliki hampir 215 juta global user .  Berikut adalah sedikit tentang Lee Hae Jin dan Line. Naver Corp. merupakan perusahaan yang berdiri pada Juni 1999, yang berpusat di Bundang-gu, Seongnam-si, Gyeonggi-do, Korea.  Dengan total karyawan sebanyak 2.291, perusahaan ini telah mengembangkan banyak hal, utamanya di bidang  Online Search Portal dan Mobile Messenger Platform.  Saat ini, Naver Corp. telah memiliki cabang di Jepang, Inggris, Amerika Serikat, China, Vietnam, Taiwan, Thailand. Berawal ...

Hanya Rasa

Gambar
Manusia tak berubah. Jikalau iya, apa yang didefiniskan dengan berubah? Wajar saja manusia menjadi lebih baik. Tak mungkin ia akan tetap sama. Manusia bukan mahkluk bodoh yang hanya terus menjadi sama. Lantas apa masalahnya? Masalahnya adalah rasa. Rasa untuk ingin tetap sama. Mengekang proses manusia. Menutup peluang tuk menjadi lebih baik. Ketika semua berubah. Mereka tidak berubah. Mereka menjadi lebih baik. Itu hanya rasa. Rasa untuk ingin tetap sama. Dalam satu ruang dan waktu yang tetap. Dan tidak berpindah. Kembali lagi. Hanya Rasa.

Mengerti Arti Berarti

Gambar
Mengerti Arti Berarti Berarti Mengerti Arti Arti Memberi Berarti Berarti Memberi Arti Mengerti Arti Memberi Memberi Arti Mengerti Beri Arti Mengerti Mengerti Arti Beri Pengarti Berarti Pemberi Pemberi Berarti  Pengarti Dari Arti Memberi Memberi Arti Dari Mengerti Arti Berarti Dari Memberi Arti Berarti - Pemberi Ekspresi Mengerti Arti Berarti Memberi -

Lajur Semu Janur Sayu

Gambar
Selamat datang kenyataan Di dalam lajur kesemuan yang aman Selamat datang pergerakan Di dalam lajur kesemuan yang nyaman Selamat datang perubahan Di dalam lajur kesemuan yang lamban Selamat datang pemikiran Di dalam lajur kesemuan yang menelan Semua Janur sedang Sayu Bukan karena waktu yang dilawan Tapi karena kenyataan yang diamankan Semua Janur sedang Sayu Bukan karena hembusan angin ringan Tapi karena pergerakan yang dinyamankan Semua Janur sedang Sayu Bukan karena kekeringan Tapi karena perubahan yang dilambankan Semua Janur sedang Sayu Bersedih atas apa yang tak diharapkan

Seribu Langit Senja : Prolog

    Langit senja memang indah.  Bahkan hanya dengan menatapnya saja, kita tahu bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan akhir yang buruk dalam kehidupan setiap insannya.  Kutipan itulah yang mengawali cerita ini.  Kisah dari Anja, dan cerita dibalik Seribu Langit Senja. *****     Suasana pagi itu sungguh dingin.  Embun pagi menetes dan mengalir di kaca jendela, membuat siapapun yang merasakan suasana itu enggan untuk berpindah tempat meski hanya sesaat.  Begitupun dengan Anja, gadis berusia 20 tahun yang saat ini tengah berjuang di kota perjuangan, Surabaya.  Dia bukanlah gadis kuliahan.  Lebih tepatnya, dia memutuskan untuk berhenti kuliah sejenak sembari mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk melanjutkan studinya di kampus perjuangan.     Rafanja Adela Putri, yang oleh kedua orang tuanya lebih sering dipanggil Anja, merupakan anak sulung dari dua bersaudara.  Lahir pada tahun 1998, ia memiliki selisih umur yang...

Sang Eksekutif

Gambar
Ialah sang Eksekutif. Yang selalu menelurkan ide kreatif. Dengan pergerakan yang senantiasa aktif. Serta langkah berani yang inovatif. Dia bukanlah pihak eksklusif. Yang hanya bisa duduk pasif. Ataupun menyampaikan bualan fiktif. Perlakuannya memang terkesan normatif. Omongannya bukan seluruhnya perihal aplikatif. Pemikirannya pun beberapa berasal dari aspek definitif. Asap dan kopi adalah kawan adiktif. Yang selalu dinikmati secara kolektif. Demi kematangan diri yang adaptif. Dan perubahan bangsa yang positif. - Pembubuh Manis Kopi Hitam -

Ini Waktumu!

Gambar
"Anda tidak Terlambat. Anda tidak Terlalu Cepat. Anda adalah Anda, di Zona Waktu Anda" - Time Zone 🕛. Waktuku = Waktumu (?) Ini semua adalah opini. Bukan untuk menjatuhkan, menyalahkan,  membenarkan, atau bahkan menjadi pembenaran. Dalam kehidupan manusia dalam masyarakat, terdapat hal-hal yang menjadi acuan seseorang dalam "melihat" orang lain.  Harta, Kedudukan, Prestasi, Pendidikan, Ketepatan Sediaan Waktu, dan lain sebagainya.  Apa maksudnya? Terkadang, hal-hal tersebut menjadi parameter atau indikator bagi seseorang dalam mengklasifikasikan "hidup enak" dan "hidup sukses" seseorang.  Tapi, dalam kenyataannya, (memang) tangan Tuhan selalu berperan dalam perjalanan kehidupan, mencetak kesadaran dan gambaran gambaran baru yang berbeda pada setiap insan manusia. Waktumu, tidak pernah bisa sama dengan Waktuku! Ini Waktumu! Sedikit menilik ke belakang, di kala pakaian putih abu-abu masih melekat pada badan kecil ...

Bertahan

Gambar
Pandanganku kabur Pikiranku lebur Hatiku hancur Karena keegoisan yang kau tabur Pun begitu Aku masih si bodoh yang sama itu Yang terpaku Dan selalu mengharap bantuanmu Pikirmu aku mampu Padahal aku ragu Atas apa yang membelenggu Dalam hati kecil yang kian membiru Tertahan Menahan Bertahan Hingga akhirnya termakan Atas hadirmu dalam suatu keberadaan